Cara Disribusi dan Penerimaan TV Analog dan TV Digital
Produksi, distribusi dan penerimaan
televisi analog dan digital
Kalau pada sistem TV analog yang sekarang ini kita nikmati
sebuah kanal RF hanya ditempati oleh satu sinyal program siaran TV, maka pada
sistem digital setiap kanal RF dapat digunakan bersama secara multipleks oleh
beberapa program siaran. Di samping itu, teknik modulasi digital disertai
pengolahan sinyal yang canggih memungkinkan sistem TV digital lebih tahan
terhadap gangguan derau, distorsi oleh kanal, maupun efek interferensi.
Akibatnya kualitas gambar yang dihasilkan juga lebih baik dibandingkan sistem
analog. Contoh penerimaan gambar di dalam gedung: siaran analog mengalami efek
gambar ganda atau ghost sedangkan siaran digital memberikan gambar sempurna Di
samping itu, teknologi digital memungkinkan jaringan pemancar TV yang bekerja
pada frekuensi yang sama (single frequency network, SFN) untuk meningkatkan
cakupan dan kualitas sinyal.Dari dua hal di atas, kapasitas dan kualitas,
tampak bahwa sistem TV digital punya daya tarik yang tinggi, baik bagi
masyarakat sebagai konsumen maupun bagi industri dan pemerintah. Misalkan saja
setiap kanal RF memultipleks 5 program siaran, berarti teknologi ini menjanjikan
lapangan kerja minimal 5 kali lebih besar di bidang industri kreatif. Demikian
pula penerimaan gambar yang lebih baik dibanding analog, dalam kondisi nonLOS
dan bergerak, tentu menarik bagi penikmat TV dengan mobilitas tinggi. Di
Indonesia, migrasi dari analog ke digital menuntut tersedianya perangkat
decoder atau settop box yang murah, sedemikian hingga seluruh lapisan
masyarakat dapat menikmati siaran TV digital tanpa perlu membeli pesawat TV
baru.
Sumber : http://putimegitasari.blogspot.co.id/2016/10/produksi-distribusi-dan-penerimaan.html

Komentar
Posting Komentar